tak ada semesta tempat rinduku berlari selain hatimu,ningrentang cintamu seluas cakrawala, dimanapun aku berada, rinduku menjejak dibawahnya
—firman nofeki
jika puisi tak jua mampu mewakilkan perasaanku padamu, kekasihbiarlah kuhantarkan dengan do’a-do’a yang kutompangkan lewat kereta Tuhan dimalam-malam butabiarlah kuwakilkan lewat sampan-sampan yang berlayar diatas genangan air mata munajat
kau masih saja nama yang ingin kupahat di tubuh hujan april yang begitu lebat ini sayangserupa jari-jari rindu mengukir luka begitu cepatdi sisa tubuh pertemuan yang semakin cacat
seperti hujan ,katamu, rindu adalah gerimis yang melebat tiba-tiba. mengalirkan kamu kedalam anganku. selalu dan tiba-tiba.
kematian yang ia buru kini lesap di matamu,direbahkan tubuhnya dikuburan dangkal jiwa kekasih, yang ia gali dengan tangan-tangan takdirnya sendiriia adalah musafir malang yang pernah mengistirahkan pengembaraan di negeri anganmudirahim hatimu,kekasihpernah dirambahnya ladang-ladang luka yang...
kalau anda tidak bisa menjadi orang yg pintar dan cerdas, jadilah orang yg rajin dan pekerja keras.sebab org yg pintar sering dikalahkan oleh mereka yg rajindan org yg cerdas sering dikalahkan oleh mereka yg pekerja...
Assalamu’alaikum rindusemoga Allah senantiasa meletakkan tangan pelindungNYA untuk menjagamu, dari kejahatan kesedihan yg senantiasa menyinggahimu.
Tuhan yang menitiskan rasa cinta, teguklah ia hanya dari cawan-cawan kasihnyadari hulu hati kuapungkan doa-doamoga doa kita bersua di satu arus rasa yang sama.
suatu hari jika aku tak lagi adamaka ikutilah iring-iringan angin yang mengantar kepergianku, Azzahrapadanya telah kutitip alamat kepulangan sebuah perjalanan tanpa muarajuga suara lengking pilu jiwa yang mendendam diburu mautdibelakang sudut kamar sepi, suatu hari
rinduku padamu serupa pulau mungil dalam lingkaran amuk masal gelombang, sedang rindumu berkayuh kian jauh,sayangdari semenanjung hingga hulunya, tiada henti kulayarkan do’a-do’amoga ada angin cintamu mengembara, dan memungutnya serupa
aku akan menunggumu, seumpama hujan yg menunggu jatuh diatas tanah-tanah kering.aku akan menunggumu, seumpama embun menunggu jatuh diatas rindu dedaunan.aku akan menunggumu, seumpama dermaga menunggu kapal datang melabuhkan perjalanan.menunggumu, hingga batas waktu yg tak mampu...
engkau laksana sajak yang tak kunjung selesai. dengan begitu saya tidak akan pernah meninggalkanmu
aku merinduimu dari dasar andai-andai dengan terpaan angan paling gilaaku mencintaimu dari sudut terdalam ego yang entah kapan akan binasa
Indonesia….seKali langitmu tempat wajahku mengadahsekali tanahmu menjadi tubuh yg melekati arwahmaka selamanya kita padu dalam satuDirgahayu indonesiaku…walau beribu watak pewaris tahtamutetap satu tanah juangkukami mencintaimu lebih lama dari selamanya
dan hujan memintaku menenggelamkanmu dalam penggalan-penggalan catatan yang sempat terasing dalam ingatanmenghanyutkan rindu yang kurakit dengan huruf-huruf dari sepenggal namapahamilah bahasa arusnya, kekasih, maka engkau akan memahamiku seutuhnya
Jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling dari hati-Mu .Jika kelak hati ini berlabuh, jangan biarkan ia tenggelam, biarkan ia berlayar diatas lautan Shirat-Mu.agar kelak bertemu labuhan rindu dan cinta-Mu ; sebuah...
bukan aku tak mencitaimutapi inilah caraku menjaga hati dan kitadari pada mendekapkan api jahanam keatas dadaku,lebih baik aku dibakar bara api rindu dalam kesabaran menunggumu, meski dalam waktu sejauh perjalan usiaku
hatiku sudah terlalu subur jika untuk disiram dengan air matamataku terlanjur beku untuk menggugurkan lagi gerimis-gerimis kenangan yang pernah terlampau pahit diseruput usiademi kata yang pernah kutanam di sepanjang jalan do’aDialah yang kini ku sebut...
butuh berapa sayatan untuk memusnahkan cinta dari jiwa? butuh berapa tusukan untuk membunuh rindu yg memenjara dalam dada? sekalian kau kuliti saja namamu dari kulit jantung ini, agar terlepas semua tentangmu, dan aku tak mengenangmu...
jika aku tak lagi ada, kekasihmaka tenangkanlah isak hujan yang menangisi kepergiankubiar tak terbentang sebuah lautan diatas tanah pusarawalau beribu bahkan berjuta samudera air garamtak akan sanggup mengasinkan pahit kepedihanperahu umur yang berlayar jauhpun telah...
Dikota paling rindu itu,Ningtyasmalam senantiasa menjatuhkan pejammu di mataku, mencuriku diam-diam dari mimpi, kemudian menidurkanku diatas bantalan lembut hati.kau perempuanku, jangan tutup pejammu aku takut pada bangun, yang kan membuatmu jatuh kedalam selaput rapuh kabut...
dulu aku pernah memiliiki satu rindu utuh dalam dirikuyang separuhnya kini kusimpan dalam puisiseparuhnya lagi kusimpan di hati Tuhanku
jika yg engkau miliki adalah cinta mati, maka hatiku adalah makam yg tepat untuk mengbadikan jasadnya
demih roh, hati dan cintaku yang ada dalam genggaman-NyaDia yang telah menyandingkan kesunyian dengan katamenyandingkan malam dengan gulitamenyandingkan rembulan dengan cahayasebab itu aku tak begitu heran, bila setiap memandangmugelap dan buta tercerai dari jiwasebab matamu,...
Telaga yang jernih tidak akan mencari timba. begitupun hati yang suci hanya menanti Sang Penimba cinta mengisi cawan-cawan hatinya dengan kesucian. sama-sama larut dalam kemurnian cinta ilahi, bertelaga syurgawi
cintaku setabah hujan di malam hari, tetap turun ke bumi meski tidak menjanjikan pelangi
rindu adalah mahkota kebesaran yg kukenakan, berharap kamu dapat mengenaliku dari kejauhan.padamu, apa yg kusebut sebagai cinta tak lebih tegar dari setetes embun yg berhastrat meretaki bebatuan, tak lebih khusyuk dari do’a-do’a yg kuisyaratkan dalam...
Engkaulah setia yang tak terbantahkanyang kukunci rapat dipangkal keimananTuhan….di tebing do’a ini aku mendaki KalamMu sendirimencari puncak maghfirahMu yang paling sunyiRabbighfirli………
percayalah dik, Allah akan mempersatukan hati dua insan yg mencintai dalam diam dan kesabaran diatas bahtera syurgawi
di bawah semesta cinta, dan segala doa yang terbit dari ketinggian langitnyadisitu kukhidmatkan teduh penantian,Tuhan
aku masih terus mengingatmu, dan membiarkan kenangan itu lesap menguap kedalam lapisan hari-hari.agar disetiap pagi, kenangan tentangmu kembali mengembun difikiranku. meluruhkan semua rasa itu, utuh dan putih
Tuhan….di hujan ampunan tak henti kuburu api gemuruhMukupaku telinga di pintu kasihMumoga kudengar Kau mengetukbertamu ke bilik sepi sunyiku
hanya pena yang setia menuntunmu pulang ke kota kertasku,Ningtyastempat huruf-huruf rindu sering tersesat, dan aku menyusunnya diam-diam menjadi rumah-rumah sajak berdinding jarak dan jejak.lelapkanlah gigilmu didalamnya! sementara kunyalakan perapian untukmu dari qolbi yang terbakar
lelaki masa lalumu itu,ditatapnya genangan hujan yang mengandung rasa semanis puisimenafasi cinta suci yang pernah sekering bumimenumbuhkan akar-akar do’a yang pernah seliar sepi
hanya dia yang berasal dari tulang rusukku lah kelak yg bisa merawat hati ini. sebab dialah yang pernah bersemayam dekat dengan detaknya.
para komentator amal tidak akan pernah menjadi pemenang. hanya mereka yang berkompetisi diatas pentas ketaqwaan yang akan mencapai puncak tertinggi cinta Ilahi
penalah yang akan menuntunmu menjadi pengembara dilautan aksara, yg kubentang dari darah jemari-jemari hati yang terlukadi depanmu kusediakan dermaga dari pasir putih kata-katatempat kau bisa mengenangku lewat senja yangg telah kuwarna dg warna sepasang mataku...
Aku rindu hujan jatuh tiba-tiba, kekasihsebab setelah rintiknya, selalu ada pelangi yang melengkung indah antara hati-hati kita.
disetiap senja, aku ingin melukis langit dengan warna mata kita : warna merah kerinduan
jangan gantungkan harapan pada ranting hati manusiaia terlalu rapuh, seringkali manusia terjatuh dan kecewagantungkanlah rasa cinta itu pada Sang pemilik pohon kehidupankalau Allah berkehendak dia layak untuk mu, Allah akan menyatukan dari jalan yang tak...
dikota kertas yang pudar ini ningtyas, kaulah perempuan yang kini ikut mencoret matahari sajakkumenadah hujan kata di langit-langitnya yang menikung tanpa hujungmenghanyutkan sejuta aku, dalam sungai langsa jiwamu
kita terlalu sibuk mengukur dalamnya laut di hati masing-masing.saat berenang dalam keasingan arusnya, kita suka lupa sayangbahwa laut diantara hati kita memiliki gelombang luka yang sulit kita jinakkan, bahkan dengan cintalaut cukup terlalu asin untuk...
engkaulah arakan awan-awan yang menjatuhkan hujan kesejukanakulah yang senantiasa menyimpan rintiknyamengalirkannya kedalam anak-anak sungai jiwa yang tenang
mungkin bila sampai masanya nantikupu-kupu rindu ini telah menemukan bunganya sendiriengkau bukan lagi mawar yang pantas mengakar di hatikusebab pernah tertusuk duri-durimumembuatku terus terbangun pada kenyataan tanpa dirimu
di potret sajakku kutemukan muka-muka menuamerekalah waktu-waktu penantiankudi kamar sajakku ada engkau yang terjaga menembus rabunkudi sungai sajakku ada muara yang tenangmelautkan doa-doaada riak yang pasang, menghanyutkan sejuta kita
Do Not Sell My Personal Information
Exercise your consumer rights by contacting us below Privacy Policy
[email protected]
Personalized advertisements
Turning this off will opt you out of personalized advertisements delivered from Google on this website.