Wajah Negeri ?Ah…Dimana Aku?Ini? Dimana? Ini… bukan negeriku?Apa ini?!Manusia merangkak layak binatang!Manusia yang lain bertepuk tangan!Ini… bukan negeriku…Bagaimana ini ??Pohon beringin kini mulai rapuh…Daun! Ranting kian Akar …Gugur… Satu demi satuAku Sang Singa Bangsa!Yang Terkuat...
—Ary Prakasa
kematian yang ia buru kini lesap di matamu,direbahkan tubuhnya dikuburan dangkal jiwa kekasih, yang ia gali dengan tangan-tangan takdirnya sendiriia adalah musafir malang yang pernah mengistirahkan pengembaraan di negeri anganmudirahim hatimu,kekasihpernah dirambahnya ladang-ladang luka yang...
—firman nofeki
engkaulah arakan awan-awan yang menjatuhkan hujan kesejukanakulah yang senantiasa menyimpan rintiknyamengalirkannya kedalam anak-anak sungai jiwa yang tenang
Telaga yang jernih tidak akan mencari timba. begitupun hati yang suci hanya menanti Sang Penimba cinta mengisi cawan-cawan hatinya dengan kesucian. sama-sama larut dalam kemurnian cinta ilahi, bertelaga syurgawi
Cinta selalu menjadi sajian sarat makna dalam setiap pertemuan dan perpisahan. Cinta membuat jiwa memahami nilai-nilai kehidupan yang terpapar demikian nyata maupun yang tersirat. (Lelaki)
—Dian Nafi
Cinta semestinya membawa kebahagiaan dan melengkapi ruang-ruang jiwa yang kosong, atau mengisinya dengan membiarkan penghuni lamanya pergi, dan bukannya berdesak-desakan dan berebut tempat di dalamnya.
Do Not Sell My Personal Information
Exercise your consumer rights by contacting us below Privacy Policy
[email protected]
Personalized advertisements
Turning this off will opt you out of personalized advertisements delivered from Google on this website.