Mulutku memang sudah berkata tidak untuk dirimu, tapi sejatinya hatiku masih mengharapkanmu. Harus kau tahu, sebelas tahun mencintai dan menunggu untuk disakiti itu bukanlah waktu yang sebentar.
—Liestianti Hapsari
di bawah semesta cinta, dan segala doa yang terbit dari ketinggian langitnyadisitu kukhidmatkan teduh penantian,Tuhan
—firman nofeki
kematian yang ia buru kini lesap di matamu,direbahkan tubuhnya dikuburan dangkal jiwa kekasih, yang ia gali dengan tangan-tangan takdirnya sendiriia adalah musafir malang yang pernah mengistirahkan pengembaraan di negeri anganmudirahim hatimu,kekasihpernah dirambahnya ladang-ladang luka yang...
rindu adalah mahkota kebesaran yg kukenakan, berharap kamu dapat mengenaliku dari kejauhan.padamu, apa yg kusebut sebagai cinta tak lebih tegar dari setetes embun yg berhastrat meretaki bebatuan, tak lebih khusyuk dari do’a-do’a yg kuisyaratkan dalam...
bukan aku tak mencitaimutapi inilah caraku menjaga hati dan kitadari pada mendekapkan api jahanam keatas dadaku,lebih baik aku dibakar bara api rindu dalam kesabaran menunggumu, meski dalam waktu sejauh perjalan usiaku
percayalah dik, Allah akan mempersatukan hati dua insan yg mencintai dalam diam dan kesabaran diatas bahtera syurgawi
hanya pena yang setia menuntunmu pulang ke kota kertasku,Ningtyastempat huruf-huruf rindu sering tersesat, dan aku menyusunnya diam-diam menjadi rumah-rumah sajak berdinding jarak dan jejak.lelapkanlah gigilmu didalamnya! sementara kunyalakan perapian untukmu dari qolbi yang terbakar
Dan aku akan terus menunggu dalam keadaan hanya kamu yang tahu berapa lama lagi aku harus menunggu.
—Norman Erikson
Do Not Sell My Personal Information
Exercise your consumer rights by contacting us below Privacy Policy
[email protected]
Personalized advertisements
Turning this off will opt you out of personalized advertisements delivered from Google on this website.