seperti hujan ,katamu, rindu adalah gerimis yang melebat tiba-tiba. mengalirkan kamu kedalam anganku. selalu dan tiba-tiba.
—firman nofeki
Dalam DoakuDalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang semalaman tak memejamkan mata, yang meluas bening siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening karena akan menerima suara-suaraKetika matahari mengambang tenang di atas kepala, dalam doaku...
—Sapardi Djoko
kita terlalu sibuk mengukur dalamnya laut di hati masing-masing.saat berenang dalam keasingan arusnya, kita suka lupa sayangbahwa laut diantara hati kita memiliki gelombang luka yang sulit kita jinakkan, bahkan dengan cintalaut cukup terlalu asin untuk...
kematian yang ia buru kini lesap di matamu,direbahkan tubuhnya dikuburan dangkal jiwa kekasih, yang ia gali dengan tangan-tangan takdirnya sendiriia adalah musafir malang yang pernah mengistirahkan pengembaraan di negeri anganmudirahim hatimu,kekasihpernah dirambahnya ladang-ladang luka yang...
dan hujan memintaku menenggelamkanmu dalam penggalan-penggalan catatan yang sempat terasing dalam ingatanmenghanyutkan rindu yang kurakit dengan huruf-huruf dari sepenggal namapahamilah bahasa arusnya, kekasih, maka engkau akan memahamiku seutuhnya
Assalamu’alaikum rindusemoga Allah senantiasa meletakkan tangan pelindungNYA untuk menjagamu, dari kejahatan kesedihan yg senantiasa menyinggahimu.
engkau laksana sajak yang tak kunjung selesai. dengan begitu saya tidak akan pernah meninggalkanmu
Telaga yang jernih tidak akan mencari timba. begitupun hati yang suci hanya menanti Sang Penimba cinta mengisi cawan-cawan hatinya dengan kesucian. sama-sama larut dalam kemurnian cinta ilahi, bertelaga syurgawi
penalah yang akan menuntunmu menjadi pengembara dilautan aksara, yg kubentang dari darah jemari-jemari hati yang terlukadi depanmu kusediakan dermaga dari pasir putih kata-katatempat kau bisa mengenangku lewat senja yangg telah kuwarna dg warna sepasang mataku...
dikota kertas yang pudar ini ningtyas, kaulah perempuan yang kini ikut mencoret matahari sajakkumenadah hujan kata di langit-langitnya yang menikung tanpa hujungmenghanyutkan sejuta aku, dalam sungai langsa jiwamu
di potret sajakku kutemukan muka-muka menuamerekalah waktu-waktu penantiankudi kamar sajakku ada engkau yang terjaga menembus rabunkudi sungai sajakku ada muara yang tenangmelautkan doa-doaada riak yang pasang, menghanyutkan sejuta kita
Do Not Sell My Personal Information
Exercise your consumer rights by contacting us below Privacy Policy
[email protected]
Personalized advertisements
Turning this off will opt you out of personalized advertisements delivered from Google on this website.