di potret sajakku kutemukan muka-muka menuamerekalah waktu-waktu penantiankudi kamar sajakku ada engkau yang terjaga menembus rabunkudi sungai sajakku ada muara yang tenangmelautkan doa-doaada riak yang pasang, menghanyutkan sejuta kita
—firman nofeki
dan hujan memintaku menenggelamkanmu dalam penggalan-penggalan catatan yang sempat terasing dalam ingatanmenghanyutkan rindu yang kurakit dengan huruf-huruf dari sepenggal namapahamilah bahasa arusnya, kekasih, maka engkau akan memahamiku seutuhnya
engkaulah arakan awan-awan yang menjatuhkan hujan kesejukanakulah yang senantiasa menyimpan rintiknyamengalirkannya kedalam anak-anak sungai jiwa yang tenang
Do Not Sell My Personal Information
Exercise your consumer rights by contacting us below Privacy Policy
[email protected]
Personalized advertisements
Turning this off will opt you out of personalized advertisements delivered from Google on this website.