Quotes.wiki
  • Home
  • Tags
  • Authors
  • Contact Us
">
Quotes.wiki
Quotes.wiki
  • Home
  • Tags
  • Authors
  • Contact Us
Pramoedya-Ananta-Toer  Quotes
Dan sejak itu pula ia praktekan tafsiran bahwa kehormatan berarti uang.

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, 2.00 )Loading...
LarasatiPramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Di sana, di kampung nelayan tetesan deras keringat membuat orang tak sempat membuat kehormatan, bahkan tak sempat mendapatkan nasi dalam hidupnya terkecuali jagung tumbuk yang kuning. Betapa mahalnya kehormatan dan nasi.

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, 2.00 )Loading...
Gadis-PantaiPramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Laut tetap kaya takkan kurang, cuma hati dan budi manusia semakin dangkal dan miskin.

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Gadis-PantaiPramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Lelaki, Gus, soalnya makan, entah daun entah daging. Asal kau mengerti, Gus, semakin tinggi sekolah bukan berarti semakin menghabiskan makanan orang lain. Harus semakin mengenal batas. Kan itu tidak terlalu sulit difahami? Kalau orang tak...

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Bumi-ManusiaPramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Kau suka berbicara tentang keindahan. Dimana keindahan suatu kekejaman?

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Bumi-ManusiaPramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Seorang pelayan wanita menghidangkan susu coklat dan kue. Dan pelayan itu tidak datang merangkak-rangkak seperti pada majikan Pribumi. Malah dia melihat padaku seperti menyatakan keheranan. Tak mungkin yang demikian terjadi pada majikan Pribumi: dia harus...

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Bumi-ManusiaPramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Pergilah kau kepada Bapa Tantripala di Desa Kapundungan. Belajarlah kau baik-baik di sana. Kau seorang tani. Itu kau jangan lupa. Biar kau sudah dibenarkan Bapa Tantripala untuk meninggalkan rumahnya, kau harus ingat: kau seorang tani.

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Arok-DedePramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Bagi wanita muda, Mas Nganten, sebenarnya tak ada kesulitan hidup di dunia, apalagi kalau ia canti, dan rodi sudah tak ada lagi.

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Gadis-PantaiPramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Ngama Adat, heee, Polli sama Mantir ingin tolong,” ujar Mana Sambur.”Ha? Apa tidak tahu adat?” Bentak si Kakek. “Tidak lihat yako sedang apa? Pamali Keha yang memberi keselamatan. Opulastala yang menentukan segala. Jangan agungkan manusia.

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Pramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Ruapanya orang gunung hanya bercawat setiap hari. Mereka baru berpakaian bila ada tamu atau pada kesempatan-kesempatan terentu.

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Perawan-Dalam-Cengkraman-MiliterPramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Bukankah hidup manusia ini tiap hari dicangkul, diendapkan, dan diseret juga seperti gundukan tanah merah itu?

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Bukan-PasarmalamPramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Aku merasa sangat, sangat berdosa telah mengeluarkan kau dari sekolah. Aku telah paksa kau bekerja setiap hari tanpa liburan, tak punya teman atau sahabat, karena memang kau tak boleh punya demi perusahaan ini. Kau kuharuskan...

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Bumi-ManusiaPramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Mereka membela apa yang mereka anggap menjadi haknya tanpa mengindahkan maut. Semua orang, sampai pun kanak-kanak! Mereka kalah, tapi tetap melawan. Melawan, Minke, dengan segala kemampuan dan ketakmampuan.

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Bumi-ManusiaPramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Para dewa mengejawantahkan diri pada dunia melalui syaktinya, ketidakbijaksanaan manusia mengejawantahkan diri dalam kerusuhan lingkungannya.

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Arok-DedesPramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Kekuatan tanpa Nandi, berkaki empat, bersintuhan langsung dengan dengan bumi, tidak mungkin mengejawantahkan diri sebagai kekuatan di atas bumi. Dia tinggal kekuatan dalam angan-angan.Teman para Yang Terhormat dan Yang Suci, kita semua adalah teman. Kesetiaan...

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Arok-DedesPramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
betapa beruntungnya jadi bintang film terkenal! Lawan dan kawan sama-sama membutuhkan.

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
LarasatiPramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Katakan pada saya, Ibu, nama ibu yang sebenarnya. Kami datang untuk mengenali Ibu, untuk mengetahui keadaan Ibu, dan ingin membantu Ibu bila kami mampu dan berkesempatan melakukannya. Ingin berbuat sesuatu yang patut untuk Ibu, biarpun...

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Pramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Mengobrol adalah suatu pekerjaan yang tak membosankan, menyenangkan, dan biasanya panjang-panjang.

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Bukan-PasarmalamPramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Ah, Gus, begini kodrat perempuan. Dia menderitakan sakit waktu melahirkan, menderita sakit lagi karena tingkahnya.

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Bumi-ManusiaPramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Menarik. Bagiku siapa pun berusaha selalu menarik.

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Bumi-ManusiaPramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Yang tidak memerlukan Hyang Mahadewa juga tidak diperlukan olehnya. Tetapi hukumnya berjalan terus, dengan atau tanpa manusia.

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Arok-DedesPramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Mengapa kau diam saja Ibu, Ibu? Lihatlah, ini aku datang menjengukmu. Apa aku bisa perbuat untukmu? Betapa sengsara hidupmu. Kau pergi meninggalkan kampung halaman dan keluarga untuk belajar, untuk bisa mengabdi lebih baik pada nusa...

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Pramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Adat perempuan dibeli; adat orang tua menjual; kalau harta sudah di tangan apalagi akan dipersoalkan?

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Perawan-Dalam-Cengkraman-MiliterPramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Teror merupakan sistem untuk menundukan rakyat, sedang kerakusan berlebihan menjadi tujuan dari pendudukan itu.

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Pramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Sebagai orang beragama, tidak layak memungkiri janji, tidak layak berkhianat. Islam tidak mengajarkan dan mewajibkan pengkhianatan pada rakyat dan sesamanya.

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Pramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Apa guna jadi Jawa kalau hanya untuk dilanggar hak-haknya? Tak mengerti kau kiranya, catatan begini sangat pribadi sifatnya? Tak pernah gurumu mengajarkan etika dan hak-hak perseorangan?

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Bumi-ManusiaPramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Pendeknya aku harus waspada, kewaspadaan sebagai bea kebahagiaan hidup di dekat gadis cantik tanpa bandingan.

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Bumi-ManusiaPramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Aku lebih mempercayai ilmu pengetahuan, akal. Setidak-tidaknya padanya ada kepastian-kepastian yang bisa dipegang.

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Bumi-ManusiaPramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Ya, kita harus belajar Tanca. Kalau tidak, kita akan begini-begini saja.

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Arok-DedesPramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Sejak jaman Nabi memang sudah ada hamba-hamba iblis. Maling. Siapa heran ada maling selama iblis ada? Tapi malingpun butuh kehormatan, semakin dia tidak punya kehormatan diri.

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Gadis-PantaiPramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Dengan bangsaku sendiri aku merasa lebih terjamin.

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
LarasatiPramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Mengapa membuka ladang sejauh ini?Kalau deka(t) kampon(g) habis dimakan(g) babi sendiri. Di sini babi hutan(g) yang ditunggu. Orang kampon(g) bikin ladan(g) sambil cari daging.

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Perawan-Dalam-Cengkraman-MiliterPramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Bahwa orang yang punya itu banyak menimbulkan kesusahan pada yang tak punya. Dan mereka tak merasai ini.

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Bukan-PasarmalamPramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Sungguh, teman-teman sekolah akan mentertawakan aku sekenyangya melihat sandiwara bagaimana manusia biasa berjalan sepeuh kaki di atas telapak kaki sendiri sekarang harus berjalan setengah kaki, dengan bantuan dua belah tangan. Ya Allah, kau nenek moyang,...

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Bumi-ManusiaPramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Mereka membela apa yang menjadi haknya tanpa mengindahkan maut.

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Bumi-ManusiaPramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Setiap kerusuhan di sesuatu negeri, bukan hanya Tumampel, adalah cerminan dari ketidakmampuan yang memerintah.

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Arok-DedesPramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Para dewapun tak jarang belajar dari manusia, bahkan dibebaskan oleh manusia.

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Arok-DedesPramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Revolusi, dia adalah guru. Dia adalah penderitaan. Tetapi dia pun adalah harapan. Jangan khianati revolusi! Kembali ia pandangi dua orang tua itu, yang mungkin beberapa tahun lagi tewas digulung maut. Namun mereka meletakkan harapannya pada...

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
LarasatiPramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Kami bermaksud baik Ngama. Ngama adat jangan sangsi. Kami ingin menolong yang sakit.

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Pramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Kau pukul dia sampai hampir mati. Kau hajar dia seperti babi. Apa kesalahannya? Kan dia istrimu sendiri? Kau harus kasihan padanya. Kalau kurang ajar peringatkan dengan baik. Kalau nasihatmu sudah berulang kali tak diindahkan apa...

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Pramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Ya, anakku, selama hidupku yang limapuluh enam tahun ini tahulah aku, bahwa usaha dan iktiar manusia itu sangat terbatas. Aku sendiri tak membiarkan adikmu sakit bila saja aku berkuasa atas nasib manusia.

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Bukan-PasarmalamPramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Jawa dan manusianya hanya sebuah pojokan tidak terlalu penting dalam keseluruhan bumi manusia.

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Bumi-ManusiaPramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Mama tak meneruskan ceritanya. Kisahnya seakan jadi peringatan terhadap hari depanku, Mas. Dunia menjadi semakin senyap. Yang kedengaran hanya nafas kami berdua. Sekiranya Mama tidak bertindak begitu keras terhadap Papa, begitu berkali-kali diceritakan oleh Mama,...

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Bumi-ManusiaPramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Tidak semua kebenaran dan kenyataan perlu dikatan pada seseorang atau pada siapapun.

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Arok-DedesPramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Ibuku tinggal di sarang. Ini bukan rumah. Di negeri matahari ini, bahkan sinar matahari dia tidak kebagian!

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
LarasatiPramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Itulah dia, perempuan tua yang kau cari, wanita seperti ibumu, yang dilahirkan di pulau nenek-moyangnya, Jawa.

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Pramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Adat kampung tidak membenarkan seorang anak menyebut nama orang tuanya selagi ia masih bergantung pada mereka – Pembicaraan Dengan Nait, Seorang Wanita Alfuru, Wai Lo

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Perawan-Dalam-Cengkraman-MiliterPramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Seluruh halaman ditutup dengan pagar bambu anyaman tinggi, tak dapat dilihat dari jalanan. Apa sebab dipagar rapat tinggi? Agar orang tak tahu apa yang sedang terjadi di dalam.

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Perawan-Dalam-Cengkraman-MiliterPramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Manusia yang wajar mesti punya sahabat, persahabatan tanpa pamrih. Tanpa sahabat hidup akan terlalu sunyi.

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Bumi-ManusiaPramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
Mengapa aku ceritakan ini padamu, Ann? Karena aku tak ingin melihat anakku mengulangi pengalaman terkutuk itu. Kau harus kawin secara wajar. Kawin dengan seseorang yang kau sukai dengan semau sendiri. Kau anakku, kau tidak boleh...

—Pramoedya Ananta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Bumi-ManusiaPramoedya-Ananta-Toer
Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblr
  • Page 1 of 6
  • Next
  • Terms of Service
  • Privacy Policy
  • About us

Copyright © 2017 - 2020 TR Marketing Group, Inc. All rights reserved.

Do Not Sell My Personal Information

Exercise your consumer rights by contacting us below Privacy Policy

[email protected]

Personalized advertisements

Turning this off will opt you out of personalized advertisements delivered from Google on this website.

CookiePro
Confirm
Popup Button popup close button