Tapi, bukankah cinta memang harus diperjuangkan?
—Widyawati Oktavia
Apakah harus kukumpulkan setiap kepingan kehilangan untukmu? Agar kau tahu. Kepergianmu menyimpan kepingan-kepingan kehilangan untukku, Petualang.
Dia selalu mencintainya—mencintai laki-laki itu dan seluruh kenangan pahit-manis bersamanya.
Kau, berbahagialah. Jangan menengok kembali kenangan kau-aku itu. Itu bukan lagi tentang kita. Itu hanyalah tentang kau-aku. Kau bisa melihat perbedaannya, bukan?
Sudah terlalu banyak hati yang meluka, karena sesuatu yang mereka sebut cinta.
Masa lalu terlalu pahit dan terlalu dingin untuk disugguhkan pada malam musim penghujan.
Seperti berjalan, kita tak sempat menghitung langkah. Seperti jatuh cinta, kita tak sempat menentukan arah.
Cinta bukanlah sesuatu yang rumit, hanya sesuatu yang membuatmu tenang—membuatmu nyaman. Dan, yang terpenting, membuatmu tak kehilangan harapan.
Bagiku, kepergian tak pernah menyimpan kehilangan, Rayina. Tak pernah ada. Kepergian hanya menyimpan langkah bersamanya. Dan, memang selalu begitu. Aku bukan peminat kehilangan.
Do Not Sell My Personal Information
Exercise your consumer rights by contacting us below Privacy Policy
[email protected]
Personalized advertisements
Turning this off will opt you out of personalized advertisements delivered from Google on this website.